VERIFIKASI NUPTK

Posted by : Posted on May 15, 2013 - 1:24 AM with No comments

Kementerian Pendidikan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan (BPSDMK PMP ) mengadakan pemukhtakhiran data NUPTK yang wajib diikuti oleh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Jika PTK tidak melakukan pemukhtakhiran data maka PTK tersebut dinyatakan TIDAK AKTIF. Verivikasi dan Validasi (Verval) ulang ini bertujuan untuk peningkatan program mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemendikbud.

Tahapan Verval Ulang sebagai berikut :

Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)
    - Pengambilan dan Penyerahan Formulir A01/ A02/ A03/ A04
    - Aktivasi akun & Pengisian Formulir Online

Untuk Operator Sekolah
    - Verifikasi dan Validasi (Verval) Formulir A02/ A03/ A04
    - Verifikasi dan Validasi (Verval) Formulir A01/ A03/ A04
    - Verifikasi dan Validasi (Verval) Formulir Online dan Berkas

Sumber :http://padamu.kemdikbud.go.id
Info Lengkap Kunjungi Situs Resmin BPSDMK PMP http://padamu.kemdikbud.go.id

BEASISWA KE JEPANG

Posted by : Posted on May 13, 2013 - 11:35 AM with No comments

Melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya merupakan harapan setiap orang.  Termasuk para siswa- siswi lulusan SMA yang berkeinginan untuk malanjutkan studi mereka ke jenjang universitas   Dengan melanjutkan ke jenjang universitas mereka berharap untuk merubah keadaan dari yang kurang baik menjadi lebih lebih dan mampu bersaing di era globalisasi ini. Harapan dan cita- cita  mereka terhalang karena ketidakmampuan secara ekonomi.
Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Jepang terhadap pendidikan di Indonesia, mereka mempersiapkan beasiswa bagi Siswa- siswi lulusan Sekolah Menegah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S1, D3 dan D2. Program ini ditujukan untuk siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2014 (April 2014). 
Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2014 telah dibuka pada tanggal 1 Mei 2013 dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2013.. Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.

Program S1 (Undergraduate)
Masa studi 5 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang (kecuali jurusan kedokteran umum, gigi, hewan, dan sebagian farmasi lama masa studi adalah 7 tahun).
Syarat : lulusan SLTA; nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,4; lahir antara 2 April 1992 dan 1 April 1997. Bagi pelamar S-1 IPS, bisa mendaftar dengan JLPT level N3 atau lebih. Pelamar SLTA jurusan IPS tidak bisa mendaftar IPA

Program College of Technology (D-3)
Masa studi 4 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. College of Technology memiliki program 5 tahun yang dirancang bagi lulusan SLTP. Siswa penerima Beasiswa Monbukagakusho (lulusan SLTA) akan masuk College of Technology sebagai mahasiswa tahun ketiga. Studi teknik sebagian besar terdiri dari eksperimen / percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan dari sekolah ini diharapkan menjadi ahli teknik (engineer).
Syarat : lulusan SLTA Jurusan IPA; nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1992 dan tgl. 1 April 1997

Program Specialized Training College (D-2)
Masa studi 3 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. Specialized Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan praktis kejuruan.
Syarat : lulusan SLTA; nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1992 dan tgl. 1 April 1997. Bagi pelamar D-2 IPS, bisa mendaftar dengan JLPT level N4 atau lebih




Bekam solusi sehat

Posted by : Posted on May 12, 2013 - 10:20 PM with No comments


Kesehatan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan kita. Dengan kondisi fisik yang sehat segala rutinitas yang biasa dilakukan sehari- hari bisa berjalan dengan baik. Berbeda dengan ketika kondisi fisik kita sedang sakit, segala aktivitas yang biasa kita lakukan tidak berjalan dengan baik. Banyak upaya dilakukan orang agar kondisi fisiknya tetap sehat baik  dengan cara preventif (pencegahan) maupun dengan kuratif (pengobatan). Upaya preventif ini bisa dilakukan dengan cara rutin cek up kondisi kesehatannya ke dokter, berolahraga, makan- makanan yang bergizi dan masih banyak cara lain agar kondisi fisiknya tetap fit.
Upaya kuratif yang biasa dilakukan orang ketika sakit  dengan cara cara meminum obat, datang ke dokter spesialis bahkan hal- hal yang klenik seklipun dilakukan agar kondisi fisiknya bisa kembali sehat. Dalam Agama Islam terdapat solusi sehat yang bisa dilakukan baik untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit, yaitu bekam. 
Bekam mempunyai beberapa sebutan seperti canduk, canthuk, kop atau mambakan. Di Eropa disebut Cupping  dan fire bottle. Dalam bahasa mandarin disebut Pa Hou Kuan.  Dalam bahasa Arab disebut hijamah, dari kata al-hijmu yang berarti pekerjaan yaitu membekam. Alhajjam  berarti ahli bekam. Al-hijmu berarti menghisap atau menyedot. Maka secara bahasa, bekam berarti menghisap. Menurut istilah, bekam berarti peristiwa penghisapan kulit, penyayatan dan mengeluarkan darahnya dari permukaan kulit yang kemudian ditampung dalam gelas.
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin (racun) atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi.

Bekam, Cara Pengobatan terbaik

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.
Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.” Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi) Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud) Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah.” (HR. Ahmad, shahih)

Penelitian Bekam

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

Hadits Keutamaan Bekam dan Manfaat Bekam

Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih). Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash- Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)

Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan
api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau isra mi'roj bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk bekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).

Pada malam aku isra mi'raj, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731)

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku isra mi'raj, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus melakukan bekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk  melakukan bekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, alkist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)


Sumber : 
Umar, dr. Wadda A (2009). Sembuh Dengan Satu Titik. Solo : Al-Qowam
Kasmui. (tanpa tahun). BEKAM : Pengobatan Menurut Sunnah Nabi.Semarang : ISYFI
  
Semoga bermanfaat  

Ciri- ciri test/ Soal yang baik

Posted by : Posted on May 8, 2013 - 9:15 AM with No comments

Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu dari serangkaian proses pembelajaran.Gronlund Evaluation may be defined as systematic proces of determining the extent to which instructional objectives are achieves by pupils. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa evaluasi adalah proses yang sistematis dalam menetukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat diperoleh oleh siswa. Selanjutnya Gronlund mengungkapkan bahwa dari definisi tersebut ada dua aspek yang utama yaitu (1) evaluasi menyatakan secara tidak langsung proses sistematis yang mengabaikan secara kebetulan, pengamatan yang tidak terkontrol terhadap siswa, (2) evaluasi selamanya telah diduga bahwa tujuan pengajaran telah diidentifikasi lebih dahulu. 

Kegiatan evaluasi hendaknya dilaksanakan secara terus menerus selama dan sesudah proses pembelajaran. dari kegiatan tersebut guru akan memperoleh hasil prestasi belajar siswa. Hasil belajar siswa ini  bisa  dijadikan umpan balik (feed back)  dan dapat digunakan untuk menganalisis proses kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil penilaian tersebut guru dapat memperoleh kesimpulan apakah proses pembelajaran perlu diadakan perbaikan secara klasikal, kelompok, maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tuntas belajar (mastery learning) 
     Penilaian atau evaluasi (evaluation) yang berarti suatu tindakan untuk menetukan nilai sesuatu. Bila penilaian (evaluasi)  ini digunakan dalam pendidikan berarti tindakan untuk menetukan segala sesuatu dalam dunia pendidikan (Sudirman, dkk, 1991:241)
Untuk menilai hasil pembelajaran menggunakan alat evaluasi yaitu berupa tes. Pengertian tes menurut F.G.Brown (Sofyanudin:2006:8)  mengungkapkan bahwa tes adalah “A test Will be difined as a symentic procedure for measuring a sample of individuals behavior” dalam definisi diatas terdapat pengertian”symentic procedure”  mengandung pengertian bahwa test yang digunakan untuk kemajuan belajar itu disusun, dilaksanakan dan di skor sesuai dengan aturan- aturan yang telah ditentukan. Pengertian sistematis dalam prosedur pelaksanaan berarti mengikuti prosedur yang standard an sistematis dalam penskoran berartai penskoran secara objektif. Measuring sample behavior  mengadung pengertian bahwa tes itu hanya mengukur sample perilaku.

Suatu tes/ soal dapat dikatakann baik apabila dapat mengungkapkan aspek hasil belajar secara tepat dan suatu tes dikatakan baik kalau memiliki syarat- syarat sebagai berikut:

Tes tersebut harus memiliki validitas artinya bahwa tes tersebut harus dapat mengungkapkan aspek hasil belajar tertentu secara tepat
Tes tersebut harus meberikan gamabaran yang tetap dan konsisten (realibilitas) tentang kemampuan yang dimiliki seorang siswa.
 Tes tersebut harus mudah digunakan (useble)
Bahwa tes tersebut telah memiliki norma kriteria tertentu sebagai dasar menafsirkan data.

Daftar Pustaka
- Sopyanudin.A (2006) Evaluasi Pengajaran. Purwakarta: UPI
- Sudirman, dkk.(1991). Ilmu Pendidikan. Bandung : Rosdakarya

Semoga bermanfaat

Kisi kisi soal ulangan SD kelas 5

Posted by : Posted on May 7, 2013 - 6:37 PM with 3 comments


teknik pembuatan soal
Salah satu upaya untuk mengukur tingkat pemahaman siswa  terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah dengan  dilaksanakannya  evaluasi pembelajaran. Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu dari serangkaian proses pembelajaran. Gronlund (Sopyanudin,2006: 3) Evaluation may be defined as systematic proces of determining the extent to which instructional objectives are achieves by pupils. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa evaluasi adalah proses yang sistematis dalam menetukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat diperoleh oleh siswa. Selanjutnya Gronlund mengungkapkan bahwa dari definisi tersebut ada dua aspek yang utama yaitu (1) evaluasi menyatakan secara tidak langsung proses sistematis yang mengabaikan secara kebetulan, pengamatan yang tidak terkontrol terhadap siswa, (2) evaluasi selamanya telah diduga bahwa tujuan pengajaran telah diidentifikasi lebih dahulu. 


Kegiatan evaluasi hendaknya dilaksanakan secara terus menerus selama dan sesudah proses pembelajaran. dari kegiatan tersebut guru akan memperoleh hasil prestasi belajar siswa. Hasil belajar siswa ini  bisa  dijadikan umpan balik (feed back)  dan dapat digunakan untuk menganalisis proses kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil penilaian tersebut guru dapat memperoleh kesimpulan apakah proses pembelajaran perlu diadakan perbaikan secara klasikal, kelompok, maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tuntas belajar (mastery learning).

Evaluasi pembelajaran  yang dilakukan bisa berupa tes formatif (Formative) yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran   maupun tes sumatif (Sumative) evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program pendidikan seperti ulangan tengah semester (UTS) atau juga ulangan akhir semester (UAS). Agar evalusi sesuai dengan program pendidikan, maka seorang guru berkewajiban menyusun kisi- kisi soal. Pengertian Kisi- kisi (Sopyanudin,2006: 41) adalah sutu format yang dapat berupa matriks yang memuat informasi dan dijadikan pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes.

Dengan demikan dapat diperoleh   berbagai macam  kisi- kisi . Misalnya kisi- kisi tes  yang bertujuan untuk mendiagnosa kesukaran belajar murid berbeda dengan tes kisi- kisi tes yang bertujuan untuk melihat prestasi belajar peserta didik.  Penyusunan kisi- kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Tanpa adanya indicator dalam kisi- kisi tidak dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal 

Contoh  kisi- kisi soal ulangan ilmu pengetahuan alam semester 2 kelas 5 bisa anda download DISINI


___________________
Sumber :   Sopyanudin.A.(2006).Evaluasi Pengajaran.Purwakarta: UPI





PLAGIAT

Posted by : Posted on May 5, 2013 - 8:30 AM with No comments

Kreatif dan Plagiat adalah dua kata yang saling berlawanan. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBI) kreatif adalah memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan.Sedangkan kata Plagiat pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah- olah karangan (pendapat dsb) sendiri, misal menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.
Pada dasarnya kita diberi kemampun untuk berkreatif dalam melakukan sesuatu termasuk dalam menulis. Ada beberapa kecenderungan seseorang melakukan plagiat dalam menulis antara lain: 

  • Memerlukan data atau tulisan yang harus segera diselesaikan, deadline dalam menyelesaikan suatu tulisan terkadang membuat orang lupa untuk menuliskan sumber data atau rujukan  yang dia ambil. Salah satu contohnya adalah membuat tugas akhir ketika kuliah. Ketika seorang mahasiswa harus segera mengumpulkan tugas akhirnya dengan waktu yang sangat mepet, mereka terkadang hanya  copy paste dari sumber baik dari internet maupun buku dan lupa mencantumkan sumber data yang dia peroleh dalam menyelesaikan tugas akhir mereka
  • Ketidakpahaman dalam menulis sumber data atau referensi. Ketidakpahaman ini terkadang akan menjadikan kita sebagai plagiator. Ketidakpahaman ini bisa bersumber dari kurangnya referensi atau  rujukan tata cara dalam menulis sumber baik dari internet, buku cetak, koran dan berbagai sumber lain. 

Bagaimana agar kita tidak dikatakan plagiator? ada beberapa cara agar kita tidak dikatakan plagiator antara lain:

  • Menuliskan sumber rujukan dalam setiap tulisan kita
  • Memahami tata cara penulisan yang baik dan benar. Agar kita memahami tata cara penulisan yang baik  dan benar penulis lampirkan panduan pencegahan plagiat dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).  panduan ini akan menuntun kita dalam menuliskan sumber rujukan yang benar baik sumber rujukan dari Internet, buku cetak, ebook, televisi, email, dll. sehingga kita tidak dikatakan sebagai plagiator

Bagi anda yang ingin download tata cara penulisan sumber rujukan bisa klik link dibawah ini


Sumber : 
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.(1989).Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta : Balai Pustaka 

Semoga Bermanfaat



Dropbox file sharing

Posted by : Posted on May 4, 2013 - 9:01 AM with No comments

free space
Kemudahan dalam setiap aktivitas adalah hal yang kita inginkan. Salah satunya untuk aktivitas donwload ataupun upload file. Dalam dunia online sebuah situs memerlukan file hosting untuk menyimpan beberapa file baik  berupa dokumen, fhoto, video maupun software agar bisa didownload oleh pengunjung situs tersebut. Ada banyak file hosting yang digunakan oleh pengelola situs, salah satunya adalah DROPBOX.
DROPBOX adalah layanan gratis yang memungkinkan Anda menyimpan semua foto, dokumen, dan video. DROPBOX memberi kemudahan bagi orang yang akan meng-Upload maupun men-download File merupakan hal yang jadi prioritas DROPBOX.

Bagi Anda yang sedang mencari file hosting untuk menyimpan file atau dokumen Anda agar bisa digunakan baik untuk diri sendiri maupun didownload orang lain baik yang memiliki situs ataupun tidak, DROPBOX adalah salah satu solusi untuk menyimpan file atau dokumen Anda.

Cara memperoleh space (ruang penyimpanan) gratis dari dropbox sangat mudah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Kunjungi Situsnya di http://db.tt/Ws96XvBH
2. Setelah masuk ke situsnya anda cukup masukkan beberapa biodata anda 
 3. Setelah mengisi data klik daftar untuk memperoleh space gratis dari dropbox
4. login ke E-mail anda, klik tautan atau situs yang dikirim ke email anda
5. Download aplikasi dropbox, setelah selesai didownload. instal di komputer atau laptop Anda.
    Mengapa harus diInstal? tujuan dropbox diinstal di komputer adalah sebagai berikut: 

  • memudahkan meng-upload file dari komputer atau laptop Anda. cara uploadnya sangat mudah tinggal copy paste file yang akan Anda upload ke folder dropbox di komputer. Jangan lupa komputer anda harus terkoneksi dengan internet,agar langsung bisa di upload
  • file atau dokumen yang sudah di upload secara otomatis tersimpan di server dropbox, walaupun sudah upload di server, Anda masih bisa membuka file tanpa harus mendownload file tersebut. File yang sudah Anda  uploda tersebut, bisa dibagikan kepada teman dengan memberikan link file yang dipilih.
  • File yang anda upload akan tersimpan dengan baik dan aman. 

Kelebihan dan kekurangan cooperative learning TGT

Posted by : Posted on April 30, 2013 - 8:31 AM with No comments

Cooperative learning merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisasi oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan  informasi secara sosial diantara kelompok- kelompok pembelajaran yang didalamnya setiap pembelajaran bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota- anggota yang lain .
Model cooperative learning mempunyai banyak sekali variasi. Salah satu di antaranya adalah model cooperative learning tipe teams games tournaments. 
Cooperative learning tipe teams games tournaments adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda.
Dalam pelaksanaan cooperative learning tipe team games tournament memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran ini yaitu:

1. Kelebihan cooperarive learning tipe teams games tournament (TGT)
  • Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru
  • Siswa lebih percaya diri untuk   untuk berfikir mandiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar bersama siswa lainnya
  • Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide secara verbal dan membandingkan dengan ide-ide orang lain
  • Menumbuhkan sikap respon terhadap orang lain
  • Membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar
  • Meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan sosial,
  • Meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan mengubah belajar abstrak menjadi nyata


2.  Kekurangan Model cooperative learning tipe teams games tournaments
  • Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk melaksanakan cooperative learning tipe teams games tournaments,
  • Siswa yang memiliki kemampuan lebih akan merasa terhambat oleh siswa yang berkemampuan kurang.
  • Memerlukan kerja keras dalam memadukan kemampuan individu siswa dengan kerjasamanya
  • menciptakan kondisi saling memberi pemahaman antar siswa, bisa timbul pemahaman yang berbeda dengan apa yang diharapkan

Sumber :
Astuti,F.(tt). Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Game Tournament (TGT). [Online] tersedia di http://www.slideshare.net/ufietfstarry/team-game-tournament [20 Mei 2012]    
Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang- ruang Kelas. Jakarta : Grasindo



SOAL UAS SEMESTER I & II KELAS 5

Posted by : Posted on April 28, 2013 - 6:23 PM with 1 comment


Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu dari serangkaian proses pembelajaran. Kegiatan evaluasi dilaksanakan secara terus menerus selama dan sesudah proses pembelajaran. dari kegiatan tersebut guru akan memperoleh hasil prestasi belajar siswa. Hasil belajar siswa ini  bisa  dijadikan umpan balik (feed back)  dan dapat digunakan untuk menganalisis proses kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil penilaian tersebut guru dapat memperoleh kesimpulan apakah proses pembelajaran perlu diadakan perbaikan secara klasikal, kelompok, maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tuntas belajar (mastery learning). Salah satu evaluasi yang biasa dilakukan adalah ulangan akhir semester.

Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester (UAS) dilakukan untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa, setelah proses pembelajaran dalam satu semester dilaksanakan. Proses evaluasi berupa ulangan akhir semester (UAS) sangat dibutuhkan untuk mengukur  kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran  . Evaluasi yang digunakan biasanya berupa evaluasi sumatif dengan alat evaluasinya berupa soal tes tertulis. Soal tes tersebut terdiri dari beberapa soal pilihan ganda, essay dan uraian. 

Adapun bentuk soal yang digunakan untuk ulangan akhir semester (UAS) Semester 1 dan Semester 2. Soal- soal (bank soal)  yang ada bisa didownload sesuai dengan mata pelajaran yang diinginkan. Berikut ini kami lampirkan  link download dari beberapa soal yang bisa digunakan:

Download soal ujian akhir semester 2 (dua)
1. Download soal UAS Matematika Kelas V Semester 2
2. Download bahasa Inggris kelas V semester 2
 
3. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Semester 2
    - Download soal UAS IPA semester 2
    - Kisi- kisi Soal UAS IPA semester 2

 Semoga bermanfaat


Langkah- Langkah cooperative learning tipe TGT

Posted by : Posted on April 25, 2013 - 6:54 PM with No comments

Menurut Slavin (2009: 166-167) “pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu : Presentasi di kelastim (teams), permainan (games), pertandingan (tournaments),  dan perhargaan kelompok ( team recognition)”.

1)  Presentasi Kelas 

Dalam presentasi kelas guru memperkenalkan materi pembelajaran yang diberikan secara langsung atau mendiskusikan dalam kelas. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran mengacu pada apa yang disampaikan oleh guru agar nantinya dapat membantu siswa dalam mengikuti games dan turnamen.


2)    Teams

Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras / suku yang berbeda. Setelah guru menginformasikan materi, dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengan menggunakan LKS. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan masalah bersama, saling memberikan jawaban dan mengoreksi jika ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab.


3)   Permainan (games tournaments)
Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya, masing – masing ditempatkan dalam meja – meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati 5 sampai 6 orang peserta, dan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Alur penempatan peserta turnamen menurut Slavin (2009:168) dapat dilihat pada Gambar dibawah ini


Gambar Alur Penempatan Peserta pada TGT
.
Dalam setiap meja turnamen diusahakan setiap peserta homogen. Permainan ini diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu – kartu soal untuk bermain (kartu soal dan kunci ditaruh  terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca).

Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut. Pertama, setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal. Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditanggapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar.


Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua kartu soal habis dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap  peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Disini permainan dapat dilakukan berkali – kali dengan syarat bahwa setiap peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal.

Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain. Setelah semua kartu selesai terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan. Setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok. Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya.


4)   Penghargaan kelompok (team recognition)
Pemberian penghargaan (rewards) berdasarkan pada rerata poin yang diperoleh oleh kelompok dari permainan. Lembar penghargaan dicetak dalam kertas HVS, dimana penghargaan ini akan diberikan kepada tim yang rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.


Daftar Pustaka


-Huda, M. (2011). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
-Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang- ruang Kelas. Jakarta : Grasindo

-Slavin, R. (2009). Cooperative Learning ; theory, research and practice. Tarjamah oleh Lita Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Tarjamah oleh Lita. Bandung: Nusa Media

-Suprijono, A. (2009). Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar


Ciri- ciri cooperative learning tipe TGT

Posted by : Posted on - 10:21 AM with No comments


Model Cooperative Learning mempunyai banyak sekali variasi. Salah satu di antaranya adalah model cooperative tipe  TGT (Teams Games Tournaments).
Menurut Robert E. Slavin (2009:163) secara umum TGT sama saja dengan STAD kecuali satu hal, TGT menggunakan tournement akademik dan menggunakan kuis- kuis dan sistem skor kemajuan individu, dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setera seperti mereka.
            Menurut Saco (Suhadi, 2008) dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Permainan dapat disusun guru dalam bentuk game berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok (identitas kelompok mereka).

            TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing – masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Tugas yang diberikan dikerjakan  bersama – sama dengan anggota kelompoknya. Apabila ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggungjawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.

Model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournamnet (TGT)  memiliki ciri – ciri sebagai  berikut:

a)      Siswa Bekerja Dalam Kelompok – Kelompok Kecil
Siswa ditempatkan dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotifasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajar secara kooperatif sangat menyenangkan.

b)      Games Tournaments
Permainan diikuti oleh anggota kelompok dari masing – masing kelompok yang berbeda. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah semua anggota kelompok telah menguasai materi, dimana pertanyaan – pertanyaan yang diberikan berhubungan dengan materi yang telah didiskusikan dalam kegiatan kelompok.

c)      Penghargaan Kelompok
Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompok adalah menghitung rerata skor kelompok. Untuk memilih rerata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing – masing anggota kelompok dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata– rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut.

Sumber :
Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang- ruang Kelas. Jakarta : Grasindo
Slavin, R. (2009). Cooperative Learning ; theory, research and practice. Tarjamah oleh Lita Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Tarjamah oleh Lita. Bandung: Nusa Media
Suhadi.(2010).Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments).[Online] tersedia di http://suhadinet.wordpress.com/2008/03/28/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-tgt-teams-games-tournaments/#more-17 [13 Mei 2010

Pembelajaran IPA di sekolah dasar

Posted by : Posted on - 9:58 AM with No comments

       Kata “IPA” merupakan singkatan kata “Ilmu Pengetahuan Alam” kata Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan dari kata- kata Bahasa Inggris ” Natural Science” secara singkat sering disebut “ Science”. Natural artinya ilmu pengetahuan. Jadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau science itu secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu tentang alam ini, ilmu yang mempelajari peristiwa- peristiwa yang terjadi di alam. 

        Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara terbimbing. Hal ini sejalan dengan kurikulum KTSP bahwa “ilmu pengetahuan alam berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan”. Selain itu ilmu pengetahuan alam juga merupakan ilmu yang bersifat empirik dan membahas tentang fakta serta gejala alam. Fakta dan gejala alam tersebut menjadikan pembelajaran ilmu pengetahuan alam tidak hanya verbal tetapi juga faktual. Hal ini menunjukkan bahwa, hakikat ilmu pengetahuan alam sebagai proses diperlukan untuk menciptakan pembelajaran ilmu pengetahuan alam yang empirik dan faktual. Hakikat ilmu pengetahuan alam sebagai proses diwujudkan dengan melaksanakan pembelajaran yang melatih ketrampilan proses bagaimana cara produk sains ditemukan.

      Siswa sekolah dasar  yang secara umum berusia 6-12 tahun, secara perkembangan kognitif termasuk dalam tahapan perkembangan operasional konkrit. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: 1) pengurutan, kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya.2) klasifikasi, kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan).     3) Decentering, anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. 4) Reversibility, anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. 5)Konservasi, memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. 6) Penghilangan sifat Egosentrisme, kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). 
       
    Uraian di atas menunjukkan bahwa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar yang perlu diajarkan adalah produk dan proses ilmu pengetahuan alam (IPA) karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Guru yang berperan sebagai fasilitator siswa dalam belajar produk dan proses ilmu pengetahuan alam (IPA) harus dapat mengemas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Ada beberapa prinsip pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) untuk sekolah dasar yang harus diperhatikan oleh guru. Prinsip tersebut antara lain:

  1. Pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita di mulai melalui pengalaman baik secara inderawi maupun non inderawi.
  2. Pengetahuan yang diperoleh tidak pernah terlihat secara langsung, karena itu perlu diungkap selama proses pembelajaran. Pengetahuan siswa yang diperoleh dari pengalaman itu perlu diungkap di setiap awal pembelajaran.
  3. Pengetahuan pengalaman mereka ini pada umumnya kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan, pengetahuan yang Anda miliki. Pengetahuan yang demikian Anda sebut miskonsepsi. Anda perlu merancang kegiatan yang dapat membetulkan miskonsepsi ini selama pembelajaran.
  4. Setiap pengetahuan mengandung fakta, data, konsep, lambang, dan relasi dengan konsep yang lain. Tugas sebagai guru ilmu pengetahuan alam adalah mengajak siswa untuk mengelompokkan pengetahuan yang sedang dipelajari itu ke dalam fakta, data, konsep, simbol, dan hubungan dengan konsep yang lain.
  5. Ilmu pengetahuan alam terdiri atas produk dan proses. Guru perlu mengenalkan kedua aspek ini walaupun hingga kini masih banyak guru yang lebih senang menekankan pada produk ilmu pengetahuan alam saja. Perlu diingat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat, guru yang akan mengembangkan ilmuu pengetahuan alam sebagai proses, maka akan memasuki bidang yang disebut prosedur ilmiah. Guru perlu mengenalkan cara-cara mengumpulkan data, menyajikan data, mengolah data, serta menarik kesimpulan

daftar pustaka :
Hakekat Pembelajaran IPA di Sekolah.(2011). Diakses 2 Mei 2012 dari    http://www.sekolahdasar.net/2011/05/hakekat-pembelajaran-ipa-di-sekolah.html
Iskandar, S M. (1996/1997). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti
Wikipedia.tt. Teori Perkembangan Kognitif. [Online]. Tersedia di http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif  [ 1 Juni 2012]



Cek data guru

Posted by : Posted on April 19, 2013 - 3:38 AM with No comments


Salah satu upaya yang dilakukan kementerian pendidikan nasional untuk menertibkan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan membuat data isian online yang lebih dikenal dengan dapaodik (data pokok induk pendidik). Setelah data dapaodik yang dikirim ke server di kementerian pendidikan, untuk mengecek validitas data guru maka Kementerian Pendidikan Naisonal (Kemendiknas) menyediakan layanan untuk verifikasi data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Layanan ini berisi tentang data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) lengkap, seperti nama pendidik, tanggal lahir, unit kerja, masa kerja, dan tugas mengajar di sekolah induk. Data ini sangat diperlukan dalam rangka mendata tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Jika terjadi kesalahan pada data isian yang masuk ke server kementerian pendidikan nasional, maka guru segera memperbaiki melalui operator sekolah. 

Untuk mengecek data valid atau tidak cukup mudah. hal pertama yang anda lakukan adalah mengunjungi situs verifikasi data pendidik dan tenaga kependidikna (PTK), setelah itu Anda diminta untuk memasukkan nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) dan password. Pasword yang digunakan adalah tanggal lahir Anda. urutannya mulai dari tahun lahir, bulan dan tanggal 

Penggunaan tanggal lahir sebagai password menggunakan format YYYYMMDD (years/month/day). Sebagai contoh jika tanggal lahir Anda Adalah 3 Agustus tahun 1987 maka passwor yang digunakan untuk mengecek verifikasi data PTK adalah 19870803. 

Untuk mengecek data Anda apakah sudah valid atau tidak silahkan kunjungi situs resminya di http://223.27.144.195/info.php





Cek tunjangan guru sekolah dasar

Posted by : Posted on April 18, 2013 - 6:32 AM with No comments

Salah satu upaya untuk meningkatkan penddikan di Indonesia adalah memberi kesejahteraan kepada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). pemberian kesejahteraan diperlukan agar para guru lebih fokus dan profesional dalam bekerja. Pemberian kesejateraan dari kementerian pendidikan nasional kepada guru- guru di seluruh Indonesia, diberikan secara serempak kepada para tenaga guru baik tenaga guru honorer maupun pegawai negeri sipil (PNS). Adapun jenis tunjangan atau kesejateraan yang diberikan kepada guru adalah tunjangan fungsional, sertifikasi guru.

Pengumuman guru yang memperoleh tunjangan bisa di akses di situs direktorat P2TK, situs tersebut merupakan bagian dari kementerian pendidikan nasional (kemendiknas).  Melalui direktorat P2TK pendidikan dasar menyiapkan data- data yang bisa diakses oleh para guru diseluruh Indonesia. Adapun tunjangan yang diperoleh oleh guru meliputi tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus dan bantuan kualifikasi akademik.

Bagi Anda yang ingin mengetahui tunjangan yang Anda terima bisa Anda kunjungi situs resminya. Untuk mengecek tunjangan yang diperoleh Anda diharuskan untuk login dengan nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) sebagai username anda, sedangkan tanggal lahir jadi passwordnya. Dengan ketentuan  Jika anda lahir tanggal 17 Agustus 1945 maka password yang digunakan adalah 19450817 (tahun/bulan/tanggal) kunjugi situs direktorat P2TK pendidikan dasar  http://116.66.201.163:8000/index.php?var=viewsk&ref=3

sumber : Direktorat P2TK Dikdas

Semoga bermanfaat.